Robot Humanoid Bimax, Inovasi Mahasiswa Binus yang Bisa Berinteraksi dengan Manusia

 


Selain Mahasiswa Universitas Indonesia, Mahasiswa Binus (Bina Nusantara) University pun turut menyumbangkan inovasinya dalam teknologi robot Indonesia. Mahasiswa Binus telah melahirkan Intelligent humanoid robot yang pertama kali ada di Indonesia. Pasalnya robot ini bisa berinteraksi dengan manusia memakai Bahasa Indonesia dan dapat mengenali wajah seseorang.


Penemuan tersebut sukses dikembangkan 3 mahasiswa asal Binus, diantaranya Christian Tarunajaya (22 tahun), Oey Kevin Wijaya (22 tahun), dan Lazuardi Kuwandy (22 tahun). Berkat temuannya, mereka mampu membuat Widodo Budiharto selaku dosen pembimbing merasa bangga lewat penemuan robot bernama Bimax ini.


“Tak hanya bisa mengenal ucapan seseorang dan meresponnya menggunakan Bahasa Indonesia saja, Bimax juga adalah robot humanoid satu-satunya di Indonesia tercanggih,” ungkap Widodo saat ditemui di Big Board Meeting Room, tepatnya di Kampus Anggrek Bina Nusantara University, di kawan Kebon Jeruk, Jakarta pada Jumat (04/003/19) lalu.


Saat berinteraksi menggunakan Bahasa Indonesia, BImax diketahui telah disematkan teknologi yang berasam dari Google, yaitu teknologi pengenalan suara, voice recognition. Jadi, jika Anda sekilas saja mendengar suara Bimax Anda akan langsung mengenali suara tersebut yang mirip seperti fitur suara di Google Translate.


Dalam robot Bimax sendiri, terdapat 2 sistem, diantaranya raspberry pi system dan robot system. Fungsi dari Robot system ini adalah sistem untuk menggerakan motor, sementara raspberry pi system sendiri berguna sebagai alat pengontrol robot.


Dalam cara kerjanya sendiri, pertama-tama Bimax akan mengenali wajah pengguna lalu ia pun mulai melatih sistem pengenalan wajah. Selanjutnya, raspberry pi system berperan untuk mengirimkan sinyal pada pengendali robot agar menggerakkan motor.


“Lewat proses inilah BImax dapat membaca sinyal masuk, kemudian langsung merespons pengguna dengan cara mengucapkan salam,” pungkas Christian.

Lewat pengembangan robot BImax ini, ketiga mahasiswa Bima Nusantara University tersebut berhasil menerima dana hibah yang diberikan oleh Kemenristekdikti.


“Berkat perkembangan robot Bimax kita bisa terima dana hibah dari Kemenristek dan pemerintah sebesar Rp. 100 juta. Pembuatan robot Bimax sendiri, kita sudah menghabiskan dana Rp. 55 juta hanya untuk perangkatnya, dan tidak termasuk software,” ujar Widodo.


Sekarang ini, robot Bimax karya anak Binus masih dalam tahap awal, karena masih belum bisa beroperasi dengan baik secara sempurna. Karena itu BImax akan terus dikembangkan dan dilanjutkan kembali oleh mahasiswa-mahasiswa Universitas Binus lainnya, untuk menyempurnakan serta dikomersilkan selama 3 tahun ke depan.


Kini penelitian dalam pengembangan robot humanoid di Indonesia sendiri sudah cukup banyak dilakukan. Tak hanya Binus, beberapa universitas ternama lainnya juga ikut berkontribusi, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Poltek Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Maka dari itu, kita percaya robot Indonesia juga mampu menandingi robot-robot luar negeri.

Belum ada Komentar untuk "Robot Humanoid Bimax, Inovasi Mahasiswa Binus yang Bisa Berinteraksi dengan Manusia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel